Penanggung Jawab Dokumen Al-Aqsha, Syaikh Najih Bakirat menyatakan, sejak menjajak Al_Quds tahun 1967, pemerintah Israel terus menerus berupaya menguasai wilayah Masjid Al-Aqsha dan menghancurkan bangunanya.

Dalam acara peringatan 39 tahun terbakarnya Masjid Al-Aqsha yaitu sejak tahun 1967, Syaikh Bakirat menjelaskan pada infopalestina.com Kamis (21/8), tindakan Israel tersebut mengundang sikap bangsa Palestina, Arab dan Islam untuk lebih serius lagi melindungi Al-Aqsha dan menyelamatkanya dari kejahatan Israel.

Bakirat mengingatkan peristiwa terbakarnya Masjid Al-Aqsha yang terjadi pada tanggal 21 Agustus jam 6:26 silam, ketika seorang zionis yang memasuki areal Masjid Al-Aqsha dengan membawa bahan bakar. Kemudian ia membakar mimbar Shalahuddin dan sebagian besar dari Masjid Marwan. Pelaku pembakaran ini akhirnya tertangkap oleh penduduk Palestina dan diserahkannya kepada pengadilan Israel. Namun terakhir, pengadilan Israel memutuskan bahwa pelaku pemabakaran Masjid Al-Aqsha seorang yang kurang waras alias gila dan diberi pengampunan kemudian dipindahkan dan menjadi warga Australia.

Kebakaran tersebut, ungkap Bakirat, melahap, namun mereka melakukan penggalian di bawah masjid Al-Aqsha. Mereka juga melakukan seperempat dari bangunan Al-Aqsha. Pada saat yang sama serdadu Israel menghalang-halangi mobil pemadam kebaran yang akan bertugas memadamkan kebakaran tersebut. Akhinya jam’ah shalat Al-Aqsha terpaksa memadam api yang menala-nyala memakan peninggalan Shalahuddin al-Ayubi, dengan tangan dan air seadanya.

Bakirat menambahkan, perlu diingat konspirasi untuk merebut al-Aqsha dari tangan kaum muslimin masih terus berlangsung. Walaupun tidak ada pembakaranpenjajahan Al-Aqsha. Jikapun tidak terjadi penjajahan secara langsung, namun mereka merampas sejumlah tanah dan perumahan warga terutama yang berada di sekitar al-Aqsha, Hingga masjid ini terisolasi dari para jama’ahnya. Mengakibatkan Israel sangat gampang untuk mengusainya.

Untuk menghadapi semua upaya Israel ini, perlu pada usaha besar dari kaum muslimin. Masalah ini sangat berbahaya. Bangsa Palestina harus meminta pertolongan pada sejumlah pemerintahan secara luas untuk menghentikan semua tindakn Israel tersebut. Sperti terakhir, penggalian di gerbang al-Mugaribah. Kalau penggalian ini tidak segera dihentikan, tidak menutup kemungkinan Masjid Al-Aqsha akan runtuh dalam waktu dekat ini. semoga Allah tidak menaqdirkan yang demikian. [mrh/ infopalestina]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts