MANILA - Militer Filipina berjanji akan terus menyerang kelompok perlawanan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) meski Ramadan.

Juru Bicara Militer Filipina Letkol Ernesto Torres dalam wawancara dengan radio Manila kemarin, menyatakan penegakan hukum tidak boleh ditunda.

"Operasi militer melawan mereka (MILF) tetap berlanjut meski Ramadan.Tidak ada perintah untuk menghentikan serangan ke Bravo dan Kato,” tegas Torres merujuk pada dua wilayah di selatan Mindano yang menjadi basis persembunyian MILF.

Di pihak lain, juru runding MILF Mohaqher Iqbal kepada Reuters kemarin mengatakan, pihaknya tidak akan sudi berdamai dengan pemerintah sebelum Manila menandatangani kesepakatan pembagian wilayah di selatan Mindano.

"Proses perdamaian itu telah terhenti. Pemerintah yang menguburnya. Kami tidak hanya kecewa, tapi juga tidak percaya lagi pada pemerintah," tukas Iqbal. Lebih lanjut Iqbal mengatakan, MILF sepertinya akan menunggu hingga pemilu 2010 untuk kembali ke meja perundingan.

Ini karena MILF tidak lagi percaya pada Presiden Gloria Macapagal Arroyo. "Dia hanya ingin menyelamatkan diri sendiri. Karena itu, dia tidak bersedia membela kesepakatan damai. Dia juga rela melakukan apa saja agar bisa tetap berkuasa," imbuhnya.

MILF berjuang mendapatkan otonomi di wilayah selatan Pulau Mindano sejak 1978. Pada 2003 silam,MILF menandatangani gencatan senjata dengan pemerintah guna melancarkan dialog damai.

Namun, upaya tersebut di ambang kegagalan seiring makin maraknya aksi kekerasan di wilayah itu. Hingga kini, konflik di Mindano diperkirakan telah menewaskan lebih dari 120.000 orang. [adm/okezone]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts