GazaOtoritas penjajah Israel, Sabtu (04/10), melarang utusan dari Swis masuk ke Jalur Gaza yang diblokade ketat sejak 16 bulan lalu. Sementara itu pemerintah Haniyah mengundang Menlu Perancis Bernard Kouchner yang sedang berkunjung di Tepi Barat untuk berkunjung ke Jalur Gaza.

Jurubicara pemerintah Haniyah, Thaher Nunu dalam pernyataan yang diterima koresponden Infopalestina mengatakan, “Seharusnya utusan Swis sampai di Jalur Gaza, hari ini (Sabtu, red), dan bertemu dengan para pejabat pemerintah serta melihat kondisi hidup yang sulit dialami warga Jalur Gaza akibat blokade dan penutupan.”

Nunu menambahkan keputusan larangan ini untuk menahbiskan blokade dan upaya gagal dan putus asa untuk menghalangi negara-negara Eropa dan opini publik Barat untuk melihat hasil teror penjajah Israel yang sistematis terhadap rakyat Palestina dan bertemu dengan pemerintah yang sah di Jalur Gaza, sebagai upaya gagal untuk mengokohkan legalitas yang tidak ada, yakni pemerinth muqata’a (Ramallah).

Dalam pada itu jurubicara pemerintah Haniyah mengundang Menlu Perancis Bernard Kouchner untuk mengunjungi Jalur Gaza dan melihat seberapa besar penderitaan dan kehancuran yang diakibatkan oleh blokade dan agresi yang terus dilakukan penjajah Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.

Nunu mengungkapkan keyakinannya akan pentingnya pern Eropa secara umum dan Perancis secara khusus di kawasan. Untuk itu pihaknya mengundang Kouchner ke Jalur Gaza dan bertemu dengan pemeritah dan melihat kondisi memprihatinkan yang terjadi di wilayah yang dihuni satu setengah juta manusia tersebut akibat blokade, penutupan dan agresi Zionis Israel yang tiada henti. [adm/infopalestina]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts