Para pedagang CD porno di kota Lahore Pakistan, dengan sukarela membakar semua dagangan mereka hari Senin kemarin, karena takut dengan ancaman Taliban.

Para pedagang itu mengaku menerima selebaran dari orang-orang tak dikenal, yang diduga para pendukung Taliban di Pakistan, yang mengingatkan agar mereka segera tidak lagi menjual CD-CD porno atau mereka akan menanggung konsekuensinya.

"Diberitahukan pada Anda semua agar segera menutup bisnis yang menjijikan ini, atau Anda akan menanggung konsekuensi lebih lanjut, termasuk peledakan toko-toko Anda," demikian isi selebaran tersebut.

Setelah menerima selebaran itu, para pedagang CD dengan sukarela membakar semua dagangan mereka di kawasan Hall Road, Lahore. Salah satunya adalah Taseer Ahmad yang sudah berjualan CD di pasar di kawasan Hall Road selama hampir sepuluh tahun.

"Tentu saja, selebaran itu membuat kami takut. Anda tidak bisa mengesampingkan kemungkinan serangan bom di sini, tak ada lagi tempat yang aman di negeri ini," kata Ahmad khawatir.

Menurutnya, bisnis penjualan CD, terutama CD porno di kotanya mulai berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini. "Lima tahun lalu, bisnis ini masih bisnis kecil. Kami sembunyi-sembunyi menjual CD-CD porno," ungkap Ahmad.

Para pedagang mengatakan, pemerintahan Pervez Musharraf yang sangat longgar dengan budaya Barat, menyebabkan bisnis VCD porno di Pakistan berkembang. "Dulu, kami harus sangat hati-hati menjual atau menyewakan CD-CD semacam itu, karena otoritas pemerintah sering melakukan penggerebekan. Tapi beberapa tahun belakangan ini, bisnis ini marak karena para pejabat pemerintah tutup mata," aku seorang pedagang.

Kota Lahore adalah salah satu kota terbesar dan paling ramai, serta menjadi pusat industri perfilman Pakistan. Para pedagang CD di kota itu akhirnya, membakar dagangan mereka karena gagal meminta perlindungan dari aparat pemerintah setelah menerima selebaran berisi ancaman tersebut.

Di Pakistan, ancaman semacam ini memang tidak bisa diremehkan. Dalam dua tahun belakangan ini, sekelompok orang yang diduga kelompok militan meledakkan sejumlah toko-toko yang menjual CD-CD musik di berbagai tempat di Northwestern Frontier Province (NWFP), provinsi Pakistan yang berbatasan dengan negara Afghanistan. Sejumlah musisi dan penyanyi di provinsi itu juga menerima ancaman, sehingga mereka memilih mengungsi ke wilayah lain di Pakistan.

"Kami pikir pemerintah saja tidak bisa melindungi dirinya sendiri, apalagi melindungi kami. Itulah sebabnya, setelah para pedagang berkumpul dan melakukan pembicaraan, kami memutuskan untuk mematuhi permintaan Taliban," kata Furqan Ahmad, yang juga berjualan CD di pasar Hall Road, Lahore.

Pedagang CD lainnya, Abdul Hadi mengaku dipaksa keluarganya untuk tidak lagi berdagang CD. "Ketika ibu saya tahu saya berjualan CD, dia sangat marah karena beliau seorang yang sangat religius," ujarnya.

"Saya tahu, mungkin akan lebih baik jika saya tak berjualan CD lagi, bukan karena adanya tekanan dari Taliban tapi karena takut pada Allah dan karena nasehat ibu saya," sambung Abdul Hadi. [adm/eramuslim]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts