Ketua Biro politik Hamas


Damaskus – Ketua Biro politik Hamas mengecam keras sikap diam dunia Arab dan internasional terhadap kejahatan yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi di Jalur Gaza adalah aib bagi mereka yang diam atas kejahatan blockade itu.

Dalam Konferensi Arab Internasional untuk Hak Kembali, Misyal menegaskan “jangan kalian tinggalkan lautan kepada pihak asing, semua Negara Arab harus mampu mengirim kapal melalui laut ke Jalur Gaza. Sebab itu adalah aib bagi Arab. Ia mengkritik pemerintah Mesir, tetangga Gaza yang menutup perlintasan Rafah.

Soal perundingan yang dilakukan Ramallah dengan Israel di tengah kejahatan dan blockade terhadap Jalur Gaza, Misyal menegaskan pihaknya mengecam keras perundingan itu apalgi di tengah perpecahan internal Palestina.

Ia mempertanyakan kenapa perundingan terhenti lima tahun di masa Arafat? Kenapa perundingan terhenti ketika Hamas menang? Kenapa perundingan kembali dilakukan setelah perpecahan internal? Kenapa terus dilakukan padahal Israel melakukan berbagai tindakan yang menghambat perundingan itu sendiri? Sebab selama ini perundingan tidak pernah mewujudkan apapun?

Menolak ganti rugi dan pewarganegaraan

Soal konferensi itu sendiri, ia menegaskan bahwa semua manusia memiliki hak untuk hidup mulia dan layak. Sebuah bangsa memiliki hak untuk hidup bebas. Maka jika ada penjajahan yang merampas hak untuk hidup mulia dan layak itu maka perlawanan adalah hak wajar bagi bangsa tersebut, jika mereka diusir maka mereka memiliki hak untuk kembali. Itu adalah hak yang dijamin hukum tanpa kontroversi.

Ia menegaskan bahwa hak kembali itu tidak menafikan ganti rugi, pewarganegaraan dan Negara pengganti. Ia menolak ganti rugi sebagai pengganti dari hak kembali dan menolak pemberian warga Negara dan pengusiran.

Ia menyerukan kepada Negara-negara Arab, “Kasihanilah bangsa Palestina, berikan dia hak hidup layak, jangan jadikan mereka kembali diusir dari tempat mereka mengungsi,”

Kami minta syarat keberhasilan dialog

Soal rekonsiliasi antar Palestina, Misyal menegaskan bahwa gerakan Hamas menyambut baik upaya Mesir. Namun Hamas meminta syarat-syarat asasi dalam menyukseskan dialog. Hamas meminta pertemuan dialog bukan sidang tandatangan terlebih dulu. Hamas meminta semua tahanan politik di Tepi Barat dibebaskan. Namun justru selama ini terjadi eskalasi.

Masalah kami bukan dengan Fatah

Di akhir sambutannya, Misyal bersumpah bahwa masalah Hamas bukan dengan Fatah namun dengan kelompok yang menjatuhkan perlawanan dan menjatuhkan piagam PLO, dengan mereka yang mengakui pergantian wilayah dengan menjatuhkan Al-Quds, mereka yang mengepung Arafat adalah yang mengejar perlawanan.

Misyal menyerukan Arab untuk mempelajari perubahan-perubahan baru dan tidak memberikan prakarsa baru. Ia menilai Presiden AS Barack Obama seharusnya memberikan sesuatu kepada kami. Ia menyerukan adanya proyek Arab yang hakiki yang bisa mengambil manfaat dari perubahan di AS, belajar dari ekstrimisme Israel dan keberhasilan perlawanan Palestina. [adm/infopalestina]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts