Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Pepatah tersebut mungkin cocok dengan Venezuela. Perilaku pemimpin sebuah negara memang tak akan berbeda jauh dengan rakyatnya.

Setelah pemerintah Venezuela yang pertama kali mengecam penyerangan Israel ke Gaza, dan memulangkan duta besarnya serta memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, kali ini rakyat Venezuela merusak Sinagog, tempat ibadah orang Yahudi yang ada di tempat pemukiman bangsa itu di Caracas.

Pengrusakan itu terjadi sejak Jumat pekan lalu. Obyek relijius simbol agama Yahudi itu diporak-porandakan, dan temboknya dicorat-coret menggunakan pylox. Isi coretan itu berisi cacian dan makian kasar kepada bangsa Yahudi, di antaranya "Yahudi, Enyahlah!". Bukan hanya Sinagog, tapi juga kantor administratif Yahudi menjadi sasaran juga. komunitas Yahudi memang sedang berkembang pesat.

Menanggapi kejadian ini, Hugo Chavez langsung memberikan reaksi. "Kami mengutuk aksi pengrusakan Sinagog di Caracas." ujarnya. "Ini bukan pekerjaan pemerintah Venezuela atau rakyatnya." Walau sudah menyatakan ketidaksetujuan atas Israel, tampaknya Chavez masih menghargai hak kaum Yahudi di negaranya. Ia pun memerintahkan pihak keamanan Venezuela untuk segera menyelidiki hal ini.

Sementara itu, Israel sudah mengirim pula diplomatnya untuk menyelidiki kasus ini. Namun banyak yang percaya, bahwa pelaku pengrusakan ini tidak jauh dari warga Venezuela juga yang memang tidak menyukai keberadaan orang Yahudi, apalagi setelah agresi Israel terhadap Jalur Gaza. [adm/eramuslim]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts