Mingora - Taliban Pakistan melepas 29 tentara dan polisi yang mereka sandera hari Rabu, setelah serangan yang mereka lakukan di pos polisi daerah lembah Swat di baratlaut.

Kekerasan meningkat tajam di wilayah baratlaut Pakistan atau didaerah Swat dimana pertempuran antara tentara dan Taliban terjadi setiap hari. Taliban mulai menyebarkan pengaruhnya di wilayah tersebut.

Dalam serangan terakhirnya Mujahidin Taliban menyerang dan menghancurkan pos polisi di desa Shamzoi Swat, menangkap 29 petugas setelah pos itu digempur selama 24 jam, kata seorang polisi.

"Mereka telah membebaskan kami semua. Mereka tidak menyakiti kami", kata polisi Abdul Haq, salah satu polisi yang berbicara kepada Reuter lewat sambungan telepon setelah dia dibebaskan.

"Taliban telah memberi kami kontrak hidup baru", kata polisi itu.

Jubir Taliban Muslim Khan mengatakan, Taliban telah membebaskan para polisi tersebut setelah mereka berjanji keluar dari pekerjaan mereka dan berjanji tidak akan melawan Mujahidin.

Lembah Swat 130 km (80 mil) sebelah baratlaut ibukota Islamabad merupakan daerah yang sangat indah dan menjadi kunjungan wisata. Sejak 2007 Taliban yang mulai kuat pengaruhnya di wilayah ini mulai berusaha memberlakukan hukum Islam.

Penduduk mengatakan Mujahidin telah meningkatkan kekuasaan mereka hampir di seluruh lembah.

Pejabar militer mengatakan, tentara sudah dikerahkan pada saat pengepungan pos polisi di Shamzoi hari Selasa dan berusaha menolong polisi yang dikepung Taliban, namun para penyelamat itu malah mendapatkan serangan dari Taliban dan empat tentara diantaranya tewas dalam serangan itu.

Abdul Haq dan koleganya mengatakan kepada Reuter, bahwa tentara gagal menolong mereka.[adm/muslimdaily]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts