Aljazair berencana pada bulan ini akan meluncurkan sebuah saluran TV religi untuk mengkounter fatwa-fatwa yang tidak 'sah' yang banyak beredar di TV satelit dan internet.

Setelah sukses dengan radio Al-Quran, mendorong pihak pemerintah untuk meluncurkan sebuah saluran TV di bawah nama yang sama dan dengan tujuan yang sama juga yaitu : mempersatukan masyarakat Aljazair di bawah panji-panji agama, kata seorang sumber di Kementerian Urusan Agama kepada AlArabiya.net.

Sumber tersebut juga menjelaskan bahwa tujuan untuk meluncurkan saluran TV tersebut untuk mengkonter fatwa-fatwa 'keras' yang cukup memainkan peran penting dalam kondisi negara tidak stabil sewaktu terjadi krisis keamanan yang menimbulkan perang saudara pada tahun 1990 an.

Pada tahun 1996, banyak rakyat Aljazair tewas atas nama Jihad ketika kelompok bersenjata Islam (GIA = Groupes Islamiques Arm├ęs) mengadopsi sebuah fatwa dari seorang militan Yordania – Abu Qatada yang membolehkan untuk membunuh penduduk sipil dan wanita serta anak-anak.

Gambaran Muslim Moderat Aljazair

Saluran TV baru tersebut bertujuan untuk menampilkan wajah muslim Aljazair yang moderat, kata Azeddine Mihoubi yang merupakan Direktur umum dari radio nasional Aljazair.

“TV ini juga akan melayani masyarakat Aljazair,” katanya kepada AlArabiya.net. “Beberapa fatwa yang ada di saluran TV satelit bisa jadi cocok untuk negara-negara lain, tapi belum tentu cocok untuk Aljazair.”

Mihoubi menambahkan bahwa saluran TV itu akan dimulai pada tanggal 18 Maret ini dan akan siaran selama delapan jam sehari. Saluran TV ini dipimpin oleh Muhammad Awadi seorang wartawan dan akan beroperasi di Aljazair.

Saluran TV ini akan menampilkan program Fatwa interaktif dan para pemirsa akan bisa bertanya langsung lewat telepon dan SMS.

“Pertanyaan-pertanyaan akan dijawab oleh ulama Aljazair yang telah dikenal masyarakat berpemahaman moderat. Tetapi ulama-ulama yang masih baru pun dapat menjadi nara sumber dengan syarat pemahaman Islamnya harus moderat.

Menteri Telekomunikasi Aljazair menegaskan bahwa saluran TV baru ini dijamin tidak membosankan dan tidak kuno serta akan fokus pada penanggulangan masalah-masalah sosial.

Menteri Telekomunikasi tersebut juga memberikan catatan tentang program “Fursanul Quran” (Ksatria Al-Quran) - sebuah acara yang sukses baik pada tingkat nasional maupun Arab, juga akan ditampilkan pada saluran TV baru tersebut. Acara Fursanul Quran adalah reality show yang menampilkan anak-anak muda bertanding dalam membaca dan menghafal ayat-ayat Quran.

Menurut data statistik, Aljazair merupakan salah satu negara Arab dengan pengguna saluran TV satelit terbesar hampir satu juta penduduknya menggunakan TV satelit. [adm/eramuslim]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts