ImagePenyelidik Hak Asasi Manusia (HAM) PBB menegaskan bahwa Israel telah melanggar hukum internasional dalam serangannya ke Gaza, Kamis (19/3). Pasalnya, menurut penyidikan Komisi HAM PBB, terbukti bahwa pasukan Israel telah dengan sengaja menyerang wilayah-wilayah padat penduduk di Gaza.

Richard Falk, Penyidik HAM PBB untuk wilayah Palestina mengatakan bahwa dicantumkan dalam Konvensi Jenewa, pasukan tempur seharusnya membedakan terlebih dahulu antara sasaran militer dengan kerumunan warga sipil.

“Jika pembedaan tidak bisa dilakukan, maka melancarkan serangan bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hukum, dan dapat dilihat sebagai tindakan kejahatan perang dalam skala besar menurut hukum internasional,” tulis Falk dalam laporan tahunan setebal 26 halaman yang diserahkannya pada Dewan HAM PBB.

Dinyatakan oleh Falk, hal demikianlah yang terbukti dilakukan pasukan Israel. “Dengan bukti-bukti awal yang terkumpul, ada alasan kuat untuk mendukung kesimpulan ini (kejahatan perang yang dilakukan pihak Israel),” Falk menulis dalam laporan yang sama.

Falk juga dalam laporan tersebut menyebut serangan Israel sebagai “Serangan masif terhadap permukiman padat” dimana seluruh penghuninya menjadi korban dari “bentuk-bentuk tidak manusiawi dari peperangan.”

Senada dengan laporan dari Pusat HAM Palestina, laporan yang ditulis Falk tersebut juga menyebutkan bahwa jumlah penduduk Gaza yang meninggal dalam serangan Israel yang lalu adalah 1.434 orang. Sebanyak 960 diantaranya adalah penduduk sipil.

Sementara menurut Falk, Israel juga dapat dikenai sanksi tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Hal ini disebutkan Falk terkait dengan penolakan Israel untuk membiarkan penduduk meninggalkan zona perang melalui penutupan batas-batas wilayah Gaza. “Mereka memblokade seluruh perbatasan sehingga penduduk sipil tidak bisa melarikan diri dari daerah perang,” tandas Falk. [adm/alislamu]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts