Warta Islam - Amerika kembali merilis propagandanya. Ditengah fluktuasi popularitas Amerika, rupanya pihak intelejen mereka berselingkuh dengan batalion pers dan media massa Yahudi melakukan back-marketing kasus 11 September. American Free Press, sebagaimana dikutip oleh Press TV, menyatakan bahwa Ziad Al Jarrah, salah satu tersangka yang dicurigai dalam aksi terorisme tersebut, diketahui merupakan salah satu agen Israel, Mossad. Sementara sumber dari pihak mujahidin mengklaim bahwa Al-Jarrah adalah kader isytihad.

Penemuan lainnya oleh New York Times, juga membeberkan bahwa saudara Ziad, Ali Al Jarrah, yang memiliki kewarganegaraan Lebanon, juga dicurigai bergabung dalam badan mata-mata Israel selama 20 tahun terakhir. "Penemuan lainnya mengenai tragedi 11 September tersebut, juga mendapati bahwa sepupu Jarrah terlibat langsung sebagai satu dari 19 pembajak kapal yang menabrakkannya ke menara kembar WTC dan Pentagon," tambah New York Times.

Berita ini lalu dengan latahnya disebarluaskan oleh situs berita Islam di Indonesia. Tidak hanya pemberitaan dari kantor berita (nasionalis) DetikCom. Situs Warna Islam (Jakarta) dan Muslim Daily (Solo) ikut memberitakan hal tersebut tanpa komentar kritis. Kali ini yang tertuduh adalah Mossad. Tidak ada yang dapat memastikan kebenaran berita 11 September kecuali hanya keyakinan akan validitas sumber informasinya. Sedangkan Al-Qur`an memberikan kita pedoman, "Jika datang orang-orang fasiq membawa berita, maka tabayyunlah..." Waallohu a`lam! [admin]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts