Departemen Perdagangan Turki baru-baru mengumumkan penggunaan mata uang lokal sebagai alat tukar pengganti Dolar Amerika

Sumber departemen perdagangan pemerintahan Turki baru-baru mengumumkan pihaknya berinisiatif untuk menggunakan mata uang lokal, yaitu Yeni Turki Lira (YTL) sebagai alat tukar transaksi perdagangan, baik antar dalam mau pun luar negeri, sebagai pengganti dari alat tukar Dolar Amerika yang umum dipakai.

"Negara kami akan menerapkan penggunaan mata uang lokal sebagai alat tukar dalam transaksi perdagangan dengan beberapa negara luar, sebagai pengganti dari mata uang Dollar yang biasa digunakan. Saat ini, Turki telah melakukan hal tersebut dengan Suriah, Azerbaijan, dan juga China," demikian dikatakan Menteri Perdagangan Turki Kursad Tuzman sebagaimana dilansir harian Turki berbahasa Arab Akhbar al-Alam (18/3).

Kebijakan tersebut diturunkan atas pertimbangan digunakannya mata uang lokal Turki akan lebih menguntungkan kedua belah pihak yang bertransaksi, sekaligus upaya untuk menjaga perekonomian negara Eurasia itu dari badai krisis ekonomi glogal.

"Digunakannya mata uang lokal akan menekan dan meminimalisir segala bentuk resiko finansial, sekaligus dipandang lebih menguntungkan kedua belah pihak yang bertransaksi dengan kami," tambah Tuzman.

Ekonomi TUrki tercatat mengalami kemajuan pesat semenjak tampuk kepemimpinan negeri pewaris imperium agung Ottoman itu dipegang oleh kubu Islamis-MOderat, yaitu AKP (Partai Keadilan dan Pebangunan Turki), di bawah pionirnya Recep Tayep Erdogan (kini menjabat PM) dan Abdullah Gul (kini menjabat Presiden).

Di akhir masa pemerintahan kubu sekuler (2001), ekonomi Turki benar-benar terpuruk. Negara Timur-Muslim yang dipaksa untuk menjadi Barat-Sekuler sejak 1924 dibawah gerakan Kemalisme itu mengalami inflasi ekonomi yang sangat tinggi (hingga 41 %). Mata uang Lira Turki pun jatuh hingga sampai titik terburuk. Bisa dibayangkan, hingga tahun 2001 saja, 1 Dolar Amerika sama dengan 1.500.000 Lira Turki.

Sektor Ekonomi yang semula morat-marit pun segera pulih. Inflasi dapat dikendalikan dan perlahan-lahan menurun, bahkan mampu mencapai pertumbuhan 8%. Perekonomian tumbuh konsisten 8% pertahunya. Mata uang Lira pun menguat. Pada tahun 2005, 1 Dolar Amerika (USD) sama dengan 1,5 Lira Turki Baru (YTL) saja.[adm/hidayatullah]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts