Presiden Libya Muammar Qadhafi menyerukan didirikannya Kekhilafahan Islam Adarisah-Fathimiyyah di Afrika

Pemimpin revolusi dan presiden Republik Rakyat Libya Muammar al-Qadhafi kembali menyerukan untuk didirikannya Kekhilafahan Islam Adarisah-Fathimiyyah di Afrika. Qadhafi menyebut megaproyek ini dengan Dawlah Fathimiyyah at-Tsaniyah (Dinasti atau Khilafah Fathimiyah II).

Sebagaimana kekhalifahan Fathimiyah dulu, kekhalifahan Fathimiyah II juga mengandaikan berdirinya sebuah negara yang seluruh wilayahnya makmur, sejahtera, aman, berpijak pada keadilan, ilmu pengetahuan, serta prinsip-prinsip Islam.

Khilafah Fathimiyah II juga harus dipimpin oleh kalangan Asyraf, para turunan Nabi Muhammad, atau yang biasa disebut Habaib di tanah air. Namun Qadhafi juga mensyaratkan para Asyraf yang kelak memimpin daulah ini adalah mereka yang memiliki kafabilitas kepemimpinan yang mumpuni dan teruji.

"Para Asyraf dipercaya mampu mengemban semua kalangan umat Muslim, dari berbagai macam ras, negara, dan madzhab," ungkap Qadhafi saat ia didaulat memberikan khutbah pada Pagelaran Akbar Maulid Nabi Uni Afrika di ibukota Mauritania, Nouakchot, Rabu (11/3) kemarin.

Sebagaimana dilansir situs Islamonline (12/3), dalam peringatan yang dihadiri oleh ribuan umat Muslim dari pelbagai penjuru Mauritania dan negara sekitar itu, Qadhafi yang juga Presiden Uni Afrika menegaskan tentang perlunya persatuan negara-negara Muslim di masa dewasa ini.

Qadhafi juga meminta negara-negara Muslim untuk memberikan ruang yang lebar dan terbuka bagi entitas minoritas. "Hendaknya mereka diberi kemudahan untuk menjalankan hak-hak mereka," ungkapnya.

Dinasti Fathimiyah didirikan pertamakalinya di Tunisia pada tahun 297 H (909 M) dan menganut madzhab Syiah Ismailiyyah. Pada tahun 972 M, dinasti ini berhasil melebarkan wilayah kekuasaannya hingga seluruh Afrika Utara, Sisilia (Italia), kepulauan Baleric (Prancis), dan Mesir.

Dibawah sultan al-Mu'izz li Dinillah, Fathimiyyah resmi dideklarasikan sebagai kekhalifahan Islam. Di Mesir, di bawah komandan Gawhar Siqili (Gawhar of Sicilia), dinasti yang memerintah selama kurang lebih 3 abad ini kemudian mendirikan kota Kairo dan juga Masjid dan Universitas Al-Azhar (978 M).

Kekhalifahan Fathimiyyah pada gilirannya berdiri dan bersandingan dengan kekhalifahan Abbasiyyah di Baghdad, juga kekhalifahan Marwaniyyah-Umayyah di Andalus (Spanyol-Portugal). Ketiga kekhalifahan Islam ini tercatat sebagai kekhalifahan yang berdiri di masa kejayaan peradaban Islam.

Sepertihalnya Baghdad di Timur Islam (Abbasiyyah) dan Cordoba di Barat Islam (Marwaniyyah-Umayyah), Kairo di Tengah Islam (Fathimiyyah) juga menjadi sentral peradaban dunia pada masanya. [adm/hidayatullah]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts