Dalam beberapa hari belakangan ini, pemberitaan media TV maupun media online internasional mengabarkan bahwa pemimpin mujahidin Taliban telah memberikan persetujuannya untuk melakukan pembicaraan damai yang disponsori Arab Saudi, namun hal ini adalah berita yang palsu dan telah disanggah.

Melalui situs yang digunakan untuk mengabarkan perjuangan para mujahidin di Afghanistan, Tertanggal 16 Maret 2009, pihak Taliban/Emirat Islam Afghanistan telah mengeluarkan sangkalan resminya. Berikut ini adalah terjemahan dari surat pernyataan tersebut:

Bismillahirrohmanirrohim

Emirat Islam Afghanistan menyangkal laporan yang menyebutkan bahwa Amirul Mukminin, Mullah Mohammad Omar Mujahid (semoga Allah menjaganya) telah memberikan persetujuannya untuk melakukan pembicaraan mengakhiri perang di Afghanistan dan mengijinkan wakilnya untuk menghadiri negoisasi yang disponsori Arab Saudi.

Ini semua salah dan pemberitaan tanpa dasar. Kami masih berada dalam pendiriannya kami bahwa tidak ada jalan kecuali jihad di Afghanistan selama masih ada pasukan penjajah. Kalaupun kalian mau menunggu 3000 tahun lagi, pendirian kami tetap sama bahwa Taliban tidak akan pernah melakukan pembicaraan selama masih ada penjajah di Afghanistan. Taliban belum pernah menemui presiden Afghanistan, Hamid Karzai, saudara dari Qayum Karzai, sebagaimana klaim pemberitaan tersebut oleh Qayum Karzai.

Berita Yang Salah

Dalam beberapa pemberitaan sebagai telah disebutkan di atas dengan sumber http://www.timesonline.co.uk/tol/news/world/asia/article5908498.ece, bahwa mediator Taliban Abdullah

Anas yang disebutkan merupakan teman Usamah bin Ladin, memberikan konfirmasi bahwa Mullah Omar bersedia melakukan pembicaraan.


Dalam berita lain, Obama menyebutkan pihak Taliban yang moderat telah bersedia melakukan pembicaraan.

Ditambah lagi pernyataan Qayum Karzai yang menyatakan telah berbicara beberapa kali dengan pihak pejuang Taliban. Itulah beberapa berita salah yang telah tersebar, hingga menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan umat Islam di berbagai penjuru dunia, yang telah disanggah oleh Emirat Islam Afghanistan. [adm/muslimdaily]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts