ImagePresiden Venezuela, Hugo Chavez mengkritik keras kebijakan Dana Moneter Internasional (IMF) dan menyebut lembaga ini sebagai penyebab utama munculnya krisis ekonomi global. Ia menegaskan, kebijakan keliru IMF pada level pertama telah memukul rakyat AS dan pada level berikutnya adalah negara-negara berkembang. Chavez mendesak seluruh negara-negara regional untuk segera mengurangi ketergantungan mereka terhadap lembaga keuangan negara-negara penjajah yang didirikan untuk memenuhi kepentingannya sendiri.

Para analis menilai, penguatan bank Selatan yang beranggotakan negara-negara Amerika Selatan dan didirikan berdasarkan infrastruktur ekonomi regional merupakan mekanisme efektif untuk mengurangi ketergantungan terhadap IMF.

Upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap IMF merupakan salah satu tujuan utama yang ingin dicapai negara-negara Amerika Latin. Sejak berkuasanya para tokoh kekuatan sayap kiri di kawasan Amerika Latin seperti Chavez di Venezuela, lalu disusul Evo Morales di Bolivia dan Rafael Correa di Ekuador, sikap negara-negara tersebut terhadap IMF pun mengalami perubahan serius. Gerakan kerakyatan sosialis di Amerika Latin menilai bahwa proyek neo-liberalisme ekonomi yang didiktekan oleh Bank Dunia dan IMF merupakan biang utama kekacauan ekonomi dan politik di negaranya.

Sejak dekade 1950-an, IMF telah memulai aktifitasnya secara ekspansif di kawasan Amerika Latin. Di masa itu, pemberian utang IMF amat bergantung pada prioritas politik luar negeri AS. Bahkan, IMF terkadang lebih memilih untuk mendukung rezim diktator ketimbang pemerintahan negara yang demokratis. [adm/sabili]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts