WASHINGTON – Sebuah penolakan dicetuskan oleh AS terhadap campur tangan Israel dalam memperbaiki sistem komputer pesawat tempur JSF, sebagaimana terlihat dalam ketidaksepakatan Menteri Pertahanan Israel dan Pentagon yang telah bekerja sama dalam mengembangkan pesawat tempur milik Israel, meski tahun lalu AS telah menerima persetujuan pengembangan pesawat jenis ini sebanyak 75 unit atau senilai $ 20 milliar.

JSF, yang juga dikenal dengan F-35, merupakan pesawat tempur siluman yang dikembangkan di bawah asuhan Lockheed Martin.

Menteri Pertahanan mengatakan pertemuan kedua pihak di Pentagon guna membahas perjanjian tersebut memanas ketika perwakilan Israel berusaha campur tangan dalam sistem komputer pesawat tersebut.

Menurut pihak AS, campur tangan Israel tersebut telah diluar perjanjian kerja mereka, karena Israel sebelumnya menyatakan telah bersedia menyerahkan segala tanggung jawab tersebut kepada AS, namun Israel membantah dengan mengatakan mereka hanya berusaha memperbaiki sistem komputer yang salah.

“Ini merupakan masalah salah paham yang gawat,” kata perwakilan Israel.

“Meski diluar perjanjian, namun kami memiliki wewenang untuk memperbaiki segala sistem yang kami anggap tidak menguntungkan kami,” imbuhnya.

Sejauh ini, pengembangan senjata baru tersebut telah menghabiskan dana sebesar $ 100 juta, dan Menteri Pertahanan Israel telah mengajukan kerjasama dengan Boeing dalam mengembangkan pesawat tempur baru F-15 Eagle yang mereka klaim memiliki kemampuan siluman yang tak tertandingi.

Maret lalu, Boeing setuju untuk mengembangkan F-15 Silent Eagle (F15SE), bentuk baru dari F-15 Eagle dengan desain dan persenjataan baru.

Namun hingga saat ini Israel terlihat menutup diri dan menolak ketika diminta memberikan keterangan seputar penggunaan pesawat tempur canggih tersebut.

Pembangkangan Israel tersebut bukanlah yang pertama kalinya terjadi.

Sejak lama, dunia internasional telah mendesak Israel agar segera menyetujui perjanjian damai dengan Palestina, namun mereka menolak dengan alasan Palestina harus mengakui Israel sebagai negara Yahudi terlebih dahulu. [adm/suaramedia]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts