Damaskus - Dr. Mosa Abu Marzouq, wakil ketua biro politik Hamas mengecam keras tindakan aparat keamanan Otoritas Palestina pimpinan Mahmoud Abbas terhadap kelompok perlawanan. Ia menyebut tindakan itu sebagai “terorisme” hakiki dan peristiwa di Qalqiliah merupakan buah dari koordinasi keamanan antara OP Ramallah dengan penjajah Israel.

Statemen ini disampaikan oleh Abu Marzouq dalam ceramah politik dengan tema “Dialog Palestina …Kemana?” di Pusat Kebudayaan Arab di kamp pengungsi Palestina Yarmouk di Damaskus kemarin Senin (1/6). Ia menyinggung kekerasan di Qalqiliah yang merenggut pimpinan Al-Qassam Muhammad Siman dan Muhammad Yasin termasuk pemuda Abdun Nasher yang melindungi kedua korban di rumahnya saat terjadi baku tembak dengan aparat keamanan OP.

Abu Marqzouq mengisyaratkan bahwa peristiwa itu sebagai ‘keberhasilan’ program jenderal Dayton yang melatih keamanan OP untuk membekuk perlawanan Palestina di Tepi Barat, mengepung memblokladr semua upaya dukungan perlawanan Tepi Barat terhadap perlawanan di Jalur Gaza, disamping juga mengejar dan memburu kelompok perlawanan, memenjarakan dan menyiksa mereka hingga mati. Sebagai buktinya adalah meninggalkanya dai Palestina Majdi Bargoti di penjara OP sekitar 1 tahun lalu.

Senior politik Hamas ini menegaskan bahwa ada tanggungjawab nasional di pundak Fatah untuk keluar dari dilematis internal dan menyukseskan dialog. Sebab Hamas sendiri akan tetap menempuh jalan dialog dengan pikiran positif, meski tindakan pelanggaran terus menerus dilakukan terhadap Hamas di Tepi Barat, sebab tujuan utama Hamas adalah menjaga persatuan rakyat Palestina dan menyelamatkan Tepi Barat. Karenanya, rakyat harus bersatu dalam satu payung. Ia yakin bahwa eksistensi akan tetap dimiliki oleh rakyat dan perlawanan dan bukan kelompok yang berkuasa di Palestina atas nama Dayton.

Abu Marzouq meminta kepada Mesir untuk lebih obyektif dan selektif terhadap masalah dialog dan tidak berpihak kepada gerakan Fatah. Ia menambahkan bahwa tawaran solusi dua Negara hanya menjadi fatamorgana meski kunjungan Abbas ke Amerika dijanjikan oleh Obama akan hal itu.

Ia mengecam statemen Abbas dalam salah satu pidatonya di Washington saat kunjungan terakhirnya ketika menyebut secara resmi mundur dan melepaskan dari “hak kembali” pengungsi Palestina ke kampung halaman mereka. Sebab Abbas bukanlah negoisator Palestina yang boleh bicara atas nama rakyat. Hak kembali dijamin dan rakyat Palestina tidak akan bisa diyakinkan dengan negoisasi demokrasi dan maneuver demokrasi. Rakyat Palestina pun sampai sekarang tidak pernah dan tidak akan mengakui tandatangan Abbas dalam hal ini. [adm/infopalestina]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts