Gaza – Gerakan perlawanan Islam Hamas di kamp pengungsi Jabalia utara Jalur Gaza kemarin Senin (1/6) menggelar perkemahan takziyah (bela sungkawa) atas gugurnya dua saudara sepejuangan mereka Muhammas Siaman, komandan Batalion Al-Qassam di utara Tepi Barat dan asistennya Muhammad Yasin serta Asy-Syahid Abdun Nasher Basya. Mereka gugur di tangan aparat keamanan Abbas bekerjasama dengan pasukan penjajah Israel di kota Qalqiliah.

Perkemahan yang diselenggarakan di markas pusat polisi Jabalia di utara Jalur Gaza itu diikuti oleh ribuan warga Palestina disamping sejumlah delegasi dari lembaga profesi, tokoh penting, yayasan yang berkompeten serta sejumlah pimpinan aparat keamanan. Di antara mereka adalah ketua umum di kantor departemen dalam negeri Ustad Ibrahim Shalah dan lain-lain.

Dalam aksi ini dua baliho besar dari Siman dan Yasin dan sejumlah poster lainnya yang berisikan ucapan belasungkawa yang dipasang dan disampaikan oleh leh sejumlah lembaga dan asosiasi profesi. Mereka penyampaikan bela sungakawa itu juga diterima secara resmi oleh pimpinan gerakan Hamas dan wakil mereka di parlemen dari utara Jalur Gaza.

Ustad Muhammad Syihab, aleg dari Hamas menegaskan bahwa keberanian aparat keamanan Abbas melanjutkan tindakan represifnya terhadap kader-kader perlawanan adalah aib di kening Abbas dan Fayyad serta elit badan keamanan Abbas.

Ia menegaskan bahwa darah para syuhada Al-Qassam di Qalqiliah menambahkan semangat dan kegigihan kepada warga Tepi Barat untuk melanjutkan perlawanan meski penghiatan jelas dilakukan oleh Otoritas Palestina pimpinan Abbas terhadap perlawanan di sana.

Syehab mengecam tindakan geng Abbas yang melarang diselenggarakannya acara belasungkawa terhadap para syuhada di kota Qalqilah. Tindakan ini dinilai sebagai hasil kerjasama dengan pasukan Israel.

Selain itu, Ustad Muhammad Malihah atas nama komunitas asosiasi profesi menegaskan bahwa seharusnya aparat keamanan Abbas di Tepi Barat yang memiliki identitas Palestina menjaga perlawanan dan bukan sebaliknya membantai kader perlawanan atau menyiksa kader-kader itu di penjara mereka. [adm/infopalestina]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya

Recent Posts